Mungkin ruang ikhlasku semakin hari akan semakin kokoh, maka inilah tentangnya :
Tentangnya,, Sempurna.
Tidak ada cerita buruk dalam hidupku, semuanya indah apabila diceritakan " itu bagiku ". Bahkan,, ketika aku tahu cerita itu hanya akan kembali melukai diriku sendiri.
Ada sesuatu tentang dirinya yang tak pernah bisa hilang dari ingatanku.
Senyumnya,,, sederhana, tapi cukup untuk menghilangkan riuh di kepalaku.
Namanya,,, hanya kata yang di rangkai dengan sederhana, menjadi mantra yang menenangkan sekaligus menyakitkan.
Parasnya,,, tak perlu sempurna, tapi entah kenapa tetap jadi wajah yang paling kurindukan dalam setiap keramaian.
Aku bisa bilang seribu kali untuk melupakanmu, tapi cukup sekali bayangan itu datang, semua runtuh begitu saja. Seolah-olah aku di ciptakan memang untuk terus mengingatnya.
Tentangnya selalu indah, bahkan ketika kisah ini di ambang keabu-abuan.
Aku masih ingat betapa tulusnya ia tertawa di sampingku, dan setiap kali aku mengingatnya, dada ini selalu terasa sesak. Seakan-akan Tuhan menitipkan bagian paling berharga dari hidupku pada dirinya, lalu tiba-tiba mengambilnya kembali tanpa sempat kutahan.
Ada masanya aku menutup mata hanya untuk bisa melihat wajahnya lagi dalam bayangan, ada masanya aku menutup telinga karena terlalu banyak suara mengingatkan tentangnya.
![]() |
| Tugasku adalah mengikhlaskan dan tugasmu adalah bahagia, maka bahagialah agar hancurku tidak sia-siaπ |
Tentangnya adalah luka yang kucintai. Sakitnya begitu dalam, tapi aku tetap memilih untuk menjaganya, karena dibalik sakit itu ada kenangan, ada cinta, ada bagian dari diriku yang utuh bersamanya. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, kenapa harus dia? Kenapa harus wajah itu, senyum itu, dan nama itu yang begitu lekat sampai tak bisa terpisah dari diriku.
Mungkin jawabannya karena dia adalah rumah, dan bagaimana caranya aku bisa melupakan rumah, sedangkan setiap kali aku tersesat, hanya bayangan tentang dia yang membuatku merasa hangat.
Tentangnya adalah candu.
Membuatku candu meski aku tau perlahan aku hancur. Membuatku merindukan hal-hal kecil yang seharusnya sudah biasa.
Dan kini, tanpa disadari, aku sudah menjadikannya bagian dari napasku.
Aku kini bisa tersenyum, namun di balik senyumku selalu ada namanya.
Aku menangis, tapi yang terbayang tetap wajahnya.
Aku berdoa, tapi yang ku sebut tetap dirinya.
Aku ingin berhenti,,,
Tapi bagaimana caranya aku dapat berhenti jika kamu adalah bagian dari hidupku ?
Karena tentangnya selalu indah. Sampai kapanpun Kala Menjadi Rumah atau tidak aku akan tetap jatuh dan pulang padamu, tergantung padamu apakah bisa membuka pintu kapanpun saat aku mengetuknya.
Dan selamat, kunyatakan kamu pemenang dari kendali diriku yang tersesat di kamu.
#Marley.

.webp)



.webp)