Selasa, 04 November 2025

Kala Menjadi Rumah


Kala Menjadi Rumah. 

Mungkin ruang ikhlasku semakin hari akan semakin kokoh, maka inilah tentangnya :

Tentangnya,, Sempurna.
Tidak ada cerita buruk dalam hidupku, semuanya indah apabila diceritakan " itu bagiku ". Bahkan,, ketika aku tahu cerita itu hanya akan kembali melukai diriku sendiri.

Ada sesuatu tentang dirinya yang tak pernah bisa hilang dari ingatanku.

Senyumnya,,, sederhana, tapi cukup untuk menghilangkan riuh di kepalaku.

Namanya,,, hanya kata yang di rangkai dengan sederhana, menjadi mantra yang menenangkan sekaligus menyakitkan. 

Parasnya,,, tak perlu sempurna, tapi entah kenapa tetap jadi wajah yang paling kurindukan dalam setiap keramaian.

Aku bisa bilang seribu kali untuk melupakanmu, tapi cukup sekali bayangan itu datang, semua runtuh begitu saja. Seolah-olah aku di ciptakan memang untuk terus mengingatnya.


Tentangnya selalu indah, bahkan ketika kisah ini di ambang keabu-abuan.

Aku masih ingat betapa tulusnya ia tertawa di sampingku, dan setiap kali aku mengingatnya, dada ini selalu terasa sesak. Seakan-akan Tuhan menitipkan bagian paling berharga dari hidupku pada dirinya, lalu tiba-tiba mengambilnya kembali tanpa sempat kutahan.


Ada masanya aku menutup mata hanya untuk bisa melihat wajahnya lagi dalam bayangan, ada masanya aku menutup telinga karena terlalu banyak suara mengingatkan tentangnya. 

Tugasku adalah mengikhlaskan dan tugasmu
adalah bahagia, maka bahagialah agar 
hancurku tidak sia-siaπŸ˜‡

Tentangnya adalah luka yang kucintai. Sakitnya begitu dalam, tapi aku tetap memilih untuk menjaganya, karena dibalik sakit itu ada kenangan, ada cinta, ada bagian dari diriku yang utuh bersamanya. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, kenapa harus dia? Kenapa harus wajah itu, senyum itu, dan nama itu yang begitu lekat sampai tak bisa terpisah dari diriku.

Mungkin jawabannya karena dia adalah rumah, dan bagaimana caranya aku bisa melupakan rumah, sedangkan setiap kali aku tersesat, hanya bayangan tentang dia yang membuatku merasa hangat.

Tentangnya adalah candu.

Membuatku candu meski aku tau perlahan aku hancur. Membuatku merindukan hal-hal kecil yang seharusnya sudah biasa.

Dan kini, tanpa disadari, aku sudah menjadikannya bagian dari napasku.

Aku kini bisa tersenyum, namun di balik senyumku selalu ada namanya.

Aku menangis, tapi yang terbayang tetap wajahnya.

Aku berdoa, tapi yang ku sebut tetap dirinya.

Aku ingin berhenti,,,

Tapi bagaimana caranya aku dapat berhenti jika kamu adalah bagian dari hidupku ?

Karena tentangnya selalu indah. Sampai kapanpun Kala Menjadi Rumah atau tidak aku akan tetap jatuh dan pulang padamu, tergantung padamu apakah bisa membuka pintu kapanpun saat aku mengetuknya.

Dan selamat, kunyatakan kamu pemenang dari kendali diriku yang tersesat di kamu.




#Marley.

Senin, 03 November 2025

Kembalimu


Kembalimu.

Kalau ada yang tanya apakah aku membencinya karena dia pergi begitu saja akan aku jawab "Tidak Pernah membencinya". 

Aku tidak menyesal pernah mengenalnya, karena dalam seluruh diam yang dia beri, aku pernah merasa sangat hidup, aku pernah merasa berarti dan untukku itu cukup.

Maybe i don't need closure to heal 

Maybe i just need to stop asking why ?

And Start saying thank you .

Terima kasih karena pernah membuatku merasa dicintai walau hanya 1.185 hari tepat di hari ini.

Terima kasih karena sempat singgah walau tidak pernah benar benar tinggal .

Terima kasih karena dengan adanya kamu aku pernah melakukan pengorbanan yang tiada tanding

Dan terima kasih untuk semua lagu yang kini kuputar dengan hati yang sedikit lebih kuat, karena meskipun kami gak pernah jadi apa apa, Aku pernah merasa segalanya karenamu.

Aku tidak pernah membencimu dan kembalimu masih menjadi keinginanku.

Aku sudah ikhlas walau sulilt mengakui, jadi awas kalo kamu gak bahagia πŸ˜‡



#Marley

Dia Sudah Pergi

Dia sudah pergi.

Bukan sekedar tinggal kata lalu pergi begitu saja, namun benar-benar mengilang. seolah semua tak terjadi apa apa. Yang tersisa dari kepergianmu hanya Aku, Hati dan Kenangan yang dulu indah namun sekarang patah, melekat namun sakit dilihat seolah kenangan hadir dalam bentuk kamu yang tak nyata dalam setiap langkahku. 

Sekarang tidak ada lagi suara yang dapat membuatku tenang, tak ada kabar baik lagi yang dapat kusampaikan dengan bahagia, tak ada lagi dukunganku untuk terus memperjuangkannya dan meyakini doa serta takdir yang selama ini kita yakini dan di buktikan atas nama SEMESTA. "Lalu kepada siapa lagi SEMESTA akan berpihak jika dia sudah pergi".

Mencoba kuat tapi sulit, bayang wajahmu jelas walau objek nyata bukan kamu. tak mungkin bisa ku gengggam lagi tanganmu, dunia tawa yang dulu kita ciptakan dengan sederhana kini abu-abu, aku berjalan seperti tanpa arah, aku tersenyum dalam langkah namun semakin lebar senyum ini semakin menyayat hati. 

Dia sudah pergi, dan aku tertinggal dengan semua harapan yang belum sempat aku capai, sakitnya bukan hanya karena kehilangan namun bayangnya yang selalu hadir tanpa dinding pembatas, semudah itu kenanganmu masuk membuatku semakin tak bisa bergerak diantara kerumunan semesta. 

Dia sudah pergi, padahal seluruh hidupku pernah ku bayangkan selalu bersamanya, mungkin waktu yang akan menyembuhkan, tapi luka ini sangat jatuh terlalu dalam sama seperti rasaku padamu yang jatuh terlalu dalam. 




Dia sudah pergi, aku hanya bisa diam, menunduk merelakan dengan air mata yang tak kunjung mengering. 

Dia sudah pergi dan Semoga semesta selalu berpihak kepada kita.

Dia sudah pergi.





#Apakah Dia benar pergi?
#Marley

Hujan Bulan Menerima Pesan

Hai Aku Marley...

Belum mulai ku tulis kisah-kisah indah dilampau hari
,,, sudah disambut dengan hujan membawa lirih mengiris hati.

Jika memang harus ku tulis, apakah keadaannya sama? apakah akan tetap ada yang membaca dengan rasa bahagia dan penantian?

Hela nafas terasa sangat beraat sekali, membuat mata terbuka tanpa istirahat, kaki kuat yang tiba-tiba tak bisa menopang raga ini, dan hati yang tak bisa terima dengan keputusan ini.
Apa ini yang namanya takdir ? jika memang iya aku ikhlas.
sekali lagi akan ku tegaskan. jika kembali adalah pilihan keduamu, maka pilihlah pilihan kedua, karena penantian usai  hujan mungkin akan lebih indah dari pada hujan disambut badai. 

Mengapa secepat ini dikatakan, kalimat yang saat ini sedang mengikis organ tubuh secara perlahan, yang tak disangka terucap dari lisanmu.
Sakit rasanya ketika ku terima kekuranganmu saat itu tapi tidak sedikitpun menggetarkan hatimu dan tetap meemilih untuk meninggalkan apa yang sudah sejauh ini susun rapi.

Diksi ini begitu sakit dan tak ada penawarnya.

Entah Tuhan buatkan hatiku dengan komposisi apa. "jatuh terlalu dalam dan berkali-kali namun masih berharap akan ada pelangi dalam kisah ini kelak" .


Marley, 03.11.2025

Kamis, 23 Oktober 2025

Salam Dulu


Hallo,,,
selamat pagi.

Sebelumnya salam kenal, sebut aja gue Marley, nama ini gue ambil dari salah satu kota yang penuh makna, terutama buat gue sih hehe..

Oh iya sebelumnya juga ini adalah postingan pertama gue, siapapun yang membaca tulisan gue di next postingan semoga kalian dapat merasakan apa yang gue rasakan di beberapa tahun kebelakang sampai dengan saat ini.


#Marley


Kala Menjadi Rumah

Kala Menjadi Rumah.  Mungkin ruang ikhlasku semakin hari akan semakin kokoh, maka inilah tentangnya : Tentangnya,, Sempurna. Tidak ada ceri...